Teruslah berproses meskipun kadang anda mengalami kegagalan

Pada sebuah kesempatan saya bertemu dengan salah seorang guru yang pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang “Membangun Kecerdasan Diri demi Kebaikan Bersama”, yang saya berikan beberapa waktu yang lalu. Dia bercerita dengan semangat soal materi yang saya berikan dengan semua proses yang kami lakukan bersama selama pelatihan itu. Dia begitu gembira, dan merasa senang, karena boleh mengikuti dan mengalami proses pelatihan itu. Namun, ketika saya bertanya kepada dia, sejauh mana pengaruh pelatihan itu, dan apa yang telah dia lakukan setelah mengikuti pelatihan itu, dia hanya tersenyum dan menjawab: “wah, belum ada perubahan mo”, kemudian lanjutnya,” yang pasti kegiatan itu bagus dan berguna bagi saya”. Selesai… Ya acaranya bagus, dan berguna. Pertanyaan saya selanjutnya, bagaimana proses yang terjadi setelah pelatihan dan kegiatan itu? Tunggu dulu……..

Saudara-saudari bagi saya, salah satu keprihatinan saya yang terdalam adalah selalu saja ada orang kembali pulang dari acara seperti: pelatihan dan pemberdayaan, seminar, workshop atau kegiatan rohani seperti ret-ret, rekoleksi atau ziarah rohani, tidak terjadi perubahan apapun dalam hidup mereka. Mereka menikmati pertunjukkan dan acaranya, tetapi gagal mengimplementasikan ide-ide yang disajikan pada mereka. Apakah mereka terlalu melebih-lebihkan acaranya dan meremehkan prosesnya? Ya. Bagi saya, setiap impian untuk berubah dan apa yan mau dicapai setelah kegiatan itu akan terwujud adalah karena dedikasi terhadap proses selanjutnya.

Secara alami orang cenderung enggan berubah. Kita sering mengatakan kepada diri, “memang dari dulu kami sudah seperti ini. Orang tidak mau memulai dan berjuang untuk melakukan sesuatu, meskipun itu tindakan kecil dan sederhana sekalipun. Ingat bahwa, peningkatan diri merupakan sebuah perjuangan dan proses yang harus dijalani. Dan dalam perjuangan itu kadang kita mengalami penderitaan yang selalu menyertai setiap kesuksesan. Proses pencapaian itu sendiri datang dari latihan yang terus menerus dengan berbagai kegagalan yang berulang-ulang dan perjuangan gigih untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Kebanyakan orang akan menyerah sambil bersungut-sungut bahwa mereka harus mengalami berbagai penderitaan supaya berhasil. Mereka tahu bahwa mereka harus mengalami beberapa kemunduran sebelum membuat kemajuan, tetapi saya percaya bahwa keberhasilan hanya akan datang jika Anda membawa pemikiran itu satu langkah lebih maju, tahap demi tahap dalam sebuah proses yang wajar dan penuh ketekunan. Untuk mencapai impian Anda, Anda harus memeluk penderitaan dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari kehidupan Anda. Jika Anda tidak gagal, mungkin Anda tidak sungguh-sungguh bergerak maju. Maka, teruslah berproses, yakinlah bahwa Allah hadir dan menyertai Anda dalam setiap perjuangan dan kegagalan untuk mencapai impian Anda.

Tuhan memberkati Anda.

Rm YusTL pr

Comments are closed.