Tuhan Yesus baik

Apa pun yang terjadi di dalam hidupku

S’lalu ku berkata Tuhan Yesus baik

Dalam segala hal yang terjadi

Tetap ku berkata Tuhan Yesus baik

.

Ku sembah Kau, ku sembah Kau

Tak dapat ku membalas kasihMu

Ku sembah Kau, ku sembah Kau Bapa

Ku rindu s’lalu menyenangkanMu

.

.

Pada suatu pertemuan saya mendengarkan lagu tersebut dinyanyikan pertama kali.  Sungguh, ada perasaan yang luar biasa terjadi pada saat itu terutama ketika ikut menyanyikan lirik di paragraf pertama. Lirik yang sangat sederhana tapi memuat makna yang sangat dalam. Apa pun yang terjadi di dalam hidupku ku mau s’lalu berkata Tuhan Yesus baik.

.

Kita akan dengan mudah berkata Tuhan Yesus baik ketika sedang dalam keadaan suka cita, tapi jika kita sedang dalam kesusahan atau kebingungan yang sangat dalam atau pun sedang dalam penantian tak kunjung berakhir dapatkah kita berkata ‘ Tuhan Yesus baik?’

.

Pada malam hari kembali saya merenungkan lagu itu dan flash back kembali ke kehidupan-kehidupan yang telah lalu dimana saya masih sering tertimpa masalah dan cobaan dalam hidup. Cobaan yang cukup berkesan pertama kali adalah ketika mama sakit dalam jangka waktu yang lama dan memerlukan biaya cukup besar.  Saat itu kondisi keuangan keluarga tidak cukup baik sehingga persoalan ini cukup membuat kami sekeluarga khawatir. Hidup doa saya waktu itu juga belum cukup baik dan belum mengenal Tuhan dengan baik. Karena, walaupun Katolik saya jarang ke gereja waktu itu. Setiap hari saya selalu berdoa sebisa saya dan meminta yang terbaik untuk mama dan  Tuhan berbaik hati mendengarkan doa saya. Pertolongannya tak pernah terlambat. Dokter, obat dan biaya selalu tersedia dengan berbagai cara tepat pada waktunya. Walaupun pada akhirnya mama meninggalkan kami untuk selamanya tapi pertolongan Tuhan pada saat mama hendak meninggal sungguh luar biasa. Dia ubahkan hati mama yang sangat keras menjadi hati yang penuh pengampunan. Mama dapat mengampuni semua orang yang bersalah padanya satu per satu sehingga dia dapat meninggal dengan tenang dan tanpa kesakitan sedikit pun. Yang menurut dokter akan terjadi ini dan itu semua tidak terjadi. Mama juga sudah dapat menerima Yesus yang sesungguhnya.   Tuhan sungguh sangat luar biasa.

.

Beberapa bulan setelah mama meninggal, saya berkesempatan untuk mengikuti retret awal di Lembah Karmel. Di dalam retret ini benar-benar saya diubahkan. Hidup saya diperbaharui. Saya mulai rajin ke gereja tiap minggu, doa juga lebih teratur dan saya juga mendapatkan suatu komunitas yang baik dimana saya dapat tumbuh berkembang di sana.

.

Awalnya saya pikir semakin dekat dengan Tuhan cobaan akan semakin ringan. Ternyata sebaliknya. Cobaan demi cobaan aku alami terutama dalam lingkungan pekerjaan. Tetapi kali ini terasa lebih ringan karena aku merasakan penyertaan Tuhan dalam setiap cobaan itu. Tuhan juga mengajarku untuk tidak mengandalkan kekuatanku sendiri. Tuhan mengajarku untuk pasrah total kepada kehendakNya dan mempercayaiNya bahwa Dia telah menyiapkan yang terbaik untukku. Hal ini terjadi ketika saya keluar dari pekerjaan saya karena sesuatu hal dan dengan kesombongan diri saya berkata dalam hati dalam 3 bulan pasti saya sudah bisa mendapat pekerjaan yang lebih bagus. Ternyata….. Tuhan berkehendak lain. Bulan demi bulan berlalu dan pekerjaan baru tak kunjung didapatkan. Penantian yang sungguh menegangkan karena uang juga sudah sangat tipis pada saat itu. Akhirnya kembali Tuhan mendorongku untuk bersujud dan pasrah total kepadaNya. Pada saat kepasrahan total itulah pertolongan Tuhan datang.

.

Akhirnya, setelah peristiwa itu saya sadar bahwa dalam kelemahanlah kuasa Allah nyata dalam hidupku. Dengan segala macam peristiwa dalam hidupku aku menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Tuhan mempunyai caraNya sendiri untuk membuat kita semakin dekat dengan Dia. Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan kita dan Tuhan juga akan selalu siap menopang kita dikala kita sudah tidak kuat lagi untuk menanggungnya. Tuhan sungguh Tuhan yang sangat baik. Oleh karena itu, tidak salah dalam lagu itu berkata “Apa pun yang terjadi di dalam hidupku, s’lalu berkata Tuhan Yesus baik.

.

.

Jakarta, 20 Maret 2010

Tags: , , , ,

4 Responses to "Tuhan Yesus baik"

  • Edy says:
  • Theresia Liana says:
  • Novi says:
  • SESIL says: