Tegar Hati

Domi, seorang pemuda ganteng tamatan sarjana agama dari sebuah perguruan tinggi agama di kotanya, namun belum mendapat pekerjaan karena tak ada tempat lowong. Suatu saat ia terpaut dalam pergaulan bebas dengan seorang pemudi bernama Sian tetangganya. Ketika diketahui bahwa Sian hamil, Domi melarikan diri karena takut untuk bertanggung jawab. Ia ganti nomor hp agar tak bisa dilacak keberadaannya. Di kota yang tidak diketahui oleh keluarganya ia berusaha melupakan semua yang terjadi dan ia mencari pekerjaan. Sayangnya tak satu pun perusahaan atau lembaga yang bisa menerimanya karena ijazah yang tidak sesuai. Beruntung masih ada orang baik yang bisa menampung di rumahnya, namun di situ ia terjerat lagi dalam dosa yang sama dengan puteri tunggal tuan rumah. Ia melarikan diri lagi ke tempat lain. Pada akhirnya di tempat itu ia tertangkap satpam saat hendak mencuri di suatu swalayan dan dipenjarakan. Hukuman diperberat ketika 2 wanita yang terjerat kasus dengannya melapor perbuatan jahatnya kepada yang berwenang. Ia dipenjarakan dan menjalani hukuman 15 tahun.

Hidup dalam dosa yang sama dan jatuh ke dosa yang lain terjadi tidak lain dari pada karena ketegaran hati yang melahirkan sikap: tidak mendengar nasihat, ikut kemauan sendiri, tidak bertanggung jawab, tidak bertobat.

Mazmur selingan hari ini mengingatkan kita akan dosa ketegaran hati dengan mengatakan “janganlah kalian bertegar hati, tetapi dengarkan suara Tuhan”. Mazmur ini sejalan dengan himbauan penulis Kitab Ibrani bacaan pertama hari ini, yang juga mengatakan hal yang sama, janganlah kalian bertegar hati! Sedangkan cerita Injil tentang orang kusta mencari Yesus, melambangkan bahwa ketika manusia menderita barulah ia sadar dan mau mencari Tuhan. Menghadapi fenomena ini Tuhan selalu baik, membiarkan manusia hidup menurut kebebasannya dan mau menerima setiap orang berdosa dan menderita bila datang kepada-Nya, sebab Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang sakit dan hilang.

Sekali lagi saya ulangi bahwa berhadapan dengan orang yang tegar hati, Tuhan selalu baik dan membiarkan mereka menjalankan kebebasan dalam berpikir dan bertindak. Namun sejalan dengan itu Tuhan tetap memperhatikan jalan hidup manusia. Sebab Dia menciptakan, memelihara dan mengakhirinya. Jika ketegaran hati berujung penderitaan, itu bukan karena diuji oleh Tuhan tetapi karena manusia tidak mau mendengar suara Tuhan.

Jikalau kita ingin agar hidup ini bisa berkembang dalam rahmat dan kebaikan serta berkat Allah, dengarkan suara Tuhan dan jangan bertegar hati!

RLS

SEMBUH DARI LUMPUH AKIBAT DOSA

Suatu saat saya didatangi seseorang yang sudah lebih dari 10 tahun menderita sakit lambung yang parah dan sering pingsan bila sakitnya . Segala macam obat lambung, baik medis maupun tradisional, telah diminumnya. Ketika dia datang, saya bertanya tentang segala hal yang mengganggu pikirannya. Ternyata ia sangat dendam dengan orang yang telah menyusahkan hidupnya, padahal sebelumnya mereka sangat akrab dan bersahabat. Setiap bangun pagi pikirannya selalu tertuju kepada orang tersebut dan berharap orang itu mati saja sehingga ia tidak melihatnya lagi. Tetapi sayangnya setiap hari ia selalu melihat orang itu dan pada saat itu amarahnya selalu timbul. Lalu agar amarahnya tidak diketahui orang lain ia berusaha menekan perasaan itu. Akibatnya lambungnya yang selalu bereaksi negatif.

Mendengar ceritanya saya menyarankan dia untuk mengaku dosa dan berdoa pengampunan bagi mantan sahabatnya itu. Keesokan harinya setelah ia mempersiapkan diri untuk mengaku dosa dan menceritakan semua hal yang dipendamnya termasuk dendam kesumat yang dipeliharanya selama 10 tahun itu. Sesudah 2 bulan ia datang lagi untuk berterima kasih karena lambungnya berangsur pulih dan ia tampak segar dan sehat.

Banyak orang berpikir bahwa sakit dan derita itu hanya disebabkan oleh virus, bakteri, roh jahat, udara panas atau dingin, sehingga mereka hanya mencari pengobatan medis, dukun atau obat-obat alternatif lainnya dan tidak berpikir bahwa hal itu bisa disebabkan oleh dosa. Jika manusia berbuat dosa, hati dan pikirannya terluka secara rohani. Setiap orang yang terbeban oleh pikiran dan hati yang tidak tenang (negatip) akan mengganggu metabolisme tubuh. Keadaan ini akan mengganggu peredaran darah dan lancarnya pekerjaan saraf tubuh yang menjaga keseimbangan kesehatan.

Orang yang lumpuh dalam Injil hari ini memberi pelajaran baik kepada kita bahwa penyakit lumpuhnya itu disebabkan oleh dosa. Karena itu Yesus mengatakan kepadanya: “pergilah dosamu telah diampuni”. Orang itu pun sembuh dan berdiri memuliakan Tuhan. Dari kenyataan ini kita mengerti bahwa lumpuh yang menyerang orang sakit itu adalah efek dari dosa. Ketika dosa diampuni ia sembuh dan berjalan.

Dosa menyebabkan sakit dan penderitaan sudah kita tahu dari pengalaman Adam dan Hawa. Jika kita tahu bahwa kita berdosa, jangan tunggu lama-lama untuk berdamai dengan Tuhan, melalui sesal dan tobat dalam sakramen pengakuan dosa. Pengakuan dosa di hadapan pejabat Gereja adalah satu-satunya sarana terbaik untuk bisa berdamai kembali dengan Allah. Hidup damai dengan Allah dan sesama membuat kita sehat, lega dan menikmati kebahagiaan. Hati bersih dan suci. Jiwa sehat, tubuh ikut sehat. Karena itu Gereja menganjurkan kita untuk mengaku dosa setiap bulan.

Kelumpuhan kita bukan hanya pada fisik tetapi juga dalam pikiran dan hati. Pikiran negatip hingga putus asa itu lumpuh. Hati sakit sampai marah hingga dendam lalu bisa membunuh itu juga lumpuh. Dalam situasi seperti ini hanya Tuhan yang bisa menyembuhkan dan menyelamatkan kita. “Dosamu telah diampuni, bangkit dan berjalanlah”.

Tuhan, biarlah Roh-Mu menyemangati kami untuk mengakui dosa-dosa kami dan berdamai dengan Dikau dan sesama. Amin

RLS

Tuhan membimbingmu di Universitas Kehidupan

Seorang yang DEKAT dengan Tuhan bukan berarti tidak ada AIR MATA,

Seorang yang TAAT pada Tuhan bukan berarti tidak ada KEKURANGAN,

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada Masa-masa SULIT,

Tapi orang tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN Tuhan..

Seandainya BERGUMUL pasti ada HARAPAN

Seandainya di Padang Gurun pasti DIPELIHARA oleh Tuhan

Seandainya masih dalam PROSES suatu saat pasti DIPROMOSIKAN Tuhan,

Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita karena Tuhan TAHU waktu yang TEPAT untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah & kecewa maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.

Ketika kamu merasa sepi & sendiri maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN.

Tetap semangat…….
Tetap sabar…….
Tetap tersenyum……
Terus belajar……
Karena kamu sedang menimba ilmu di universitas KEHIDUPAN.

TUHAN menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan & Kenyamanan. Mereka díbentuk melalui
KESUKARAN,TANTANGAN & AIRMATA

Ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa dítinggalkan sendiri dalam hidup ini …
Angkatlah tangan dan kepalamu ke atas…Tataplah masa depanmu…

Ketahuilah…
TUHAN sedang mempersiapkanmu untuk menjadi Orang yang LUAR BIASA!

Sumber: unknown

Tags:
Posted in Cerita inspiratif by admin. Comments Off

Doa Penyembuhan Pohon Keluarga

DOA PENYEMBUHAN POHON KELUARGA
.
Dalam hidup ini ada berbagai macam peristiwa yang terjadi. Ada yang dapat dimengerti akal sehat tetapi juga ada yang tidak dimengerti. Misalnya saja: dalam keluarga tertentu selalu saja terjadi kematian tidak wajar yang turun temurun, ada juga penyakit keturunan, termasuk kelemahan-kelemahan moral tertentu yang terjadi turun temurun, ada juga perbuatan buruk nenek moyang (tukang sihir/santet) yang berefek buruk pada keturunannya. Dalam adat istiadat (budaya) hal seperti itu sering ditolak/dibebaskan dengan cara mempersembahkan binatang tertentu pengganti guna “menolak bala, penyakit dll”.

Dalam hubungan dengan persembahan binatang ini (korban Perjanjian Lama), dalam ajaran Kristiani persembahan Perjanjian Lama tidak membuat manusia terbebas dari hukuman dosa, karena persembahan itu tidak sempurna, selain korban salib Yesus Kristus (bdk Ibr 9:11 – 10:1-18). Korban salib Kristus adalah korban kudus, sempurna yang disediakan Allah bagi kita.

Dalam pengalaman pastoral Gereja kini sudah ditemukan salah satu jalan keluar istimewa agar terbebas dari keadaan di atas yakni: doa atau juga ekaristi untuk keselamatan jiwa-jiwa bagi anggota keluarga yang mati tidak wajar, yang memiliki penyakit keturunan, yang pernah mengadakan praktek sihir, sambil memohon agar kita dibebaskan dari warisan seperti itu).

Inilah doa penyembuhan pohon keluarga (dapat didoakan setiap hari dalam doa bersama keluarga, sesudah doa malam atau doa rosario, koronka):

Bapa Surgawi,

Kami memuji dan memuliakan Engkau, karena cinta dan kerahiman-Mu yang telah Kaulimpahkan kepada kami, juga untuk Roh Pewahyu yang berkarya dalam diri kami, guna menyatakan semua dosa yang tersembunyi, baik dosa-dosa kami maupun dosa-dosa generasi yang lalu. Kini dalam nama Yesus Kristus, kami mengambil wibawa atas semua roh keluarga, ikatan keturunan, semua kekurangan yang diwariskan karena faktor genetik atau darah, atau kecenderungan keliru yang telah diwariskan kepada kami dari pohon keluarga kami, atau dari keluarga rohani, di mana kami menjadi anggotanya, termasuk kekurangan dalam gereja yang mempunyai dampak negatip atas diri kami pribadi.

Karena iman yang Kauberikan kepada kami, kami menolak dan menyangkal semua dosa dan kuasa kejahatan, yang membawa kepada dosa. Dalam nama kudus PuteraMu, Yesus Kristus, kami mengambil wibawa atas semua roh keluarga dan ikatan, serta manifestasinya dalam hidup kami. Demi kuasa yang sama dari Yesus Kristus itu, kami mematahkan kuasa kejahatan dalam diri kami sendiri dan keluarga kami, dan dalam nama Yesus kami hancurkan apa yang mungkin akan diwariskan kepada keturunan kami. Bantulah kami untuk melaksanakan kehendakMu yang sempurna. Penuhilah hati dan pikiran kami dengan pujian kepadaMu, karena kami mengakui kerahimanMu yang lembut.

Terima kasih Tuhan untuk penyembuhan total dan pembebasan ini. Semua ini kami sampaikan kepadaMu dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus dan demi darah-Nya yang tertumpah di kayu salib, kini dan sepanjang masa. Amin.

RLS

Tags: , , ,
Posted in Doa by admin. Comments Off

Saat SENANG kita tidak pernah bertanya pada TUHAN, tapi saat SUSAH dan tertimpa Masalah, kita SELALU Bertanya : “MENGAPA AKU ??”

Mungkin teman-teman sudah pernah membaca renungan berikut ini,

Tapi ada BAIKnya juga kita semua Membaca lagi dan MERENUNGkannya dalam HATI..

MAMPUkah kita melakukannya dalam Kehidupan kita sehari-hari ?

.

ARTHUR ASHE adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi Bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh, ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima. Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya, “Mengapa TUHAN memilihmu untuk menderita penyakit itu?” ASHE menjawab, “Di Dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, Diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis Profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5000 mencapai turnamen Grandslam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, empat orang di Semifinal, dua orang berlaga di Final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada TUHAN, “Mengapa saya?” Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada TUHAN, “Mengapa saya?”

Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini : Kesuksesan, Karier yang mulus, Kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya : Penyakit, Kesulitan, Kegagalan, kita menganggap TUHAN tidak Adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat TUHAN.. Tetapi ARTHUR ASHE tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan Hidup Beriman : Tetap teguh dalam Pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat.

Ketika menerima sesuatu yang Buruk, Ingatlah saat – saat ketika kita menerima yang Baik… GOD Blessed You all..

Tetty Wijaya